Pengobatan Gratis Warga Jasinga Bersama UHAMKA

BSMI Jakarta, Bogor – Aliran air irigasi sungai Cidurian di Desa Bagoang, bahwa Dusun 3 Kecamatan Jasinga Bogor Jawa barat digunakan warga untuk semua aktivitas mulai dari mencuci, mandi hingga buang sampah dan kotoran Hal ini yang Menginspirasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (FEB UHAMKA) untuk bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dalam rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada masyaraakat (PKM ) UHAMKA pada bualn agustus lalu.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh mahasiswa Uhamka, bekerjasama dengan BSMI terlaksana dengan baik. Itu terbukti dengan antusiasnya warga kampung Parungkembang yang ingin memeriksa kesehatannya selama ini. kegiatan tersebut dihadiri oleh penyandang disabilitas dan pasien lain yang terdiri dari balita, Ibu menyusui. Mereka rela mengantri berlama-lama hanya untuk memeriksa kondisi kesehatan oleh layanan BSMI yang telah disediakan oleh mahasiswa PKM UHAMKA.Untuk itu mahasiswa Uhamka mewujudkan harapan mereka satu-satunya yaitu hidup sehat sedini mungkin,

Kepala Desa Bagoang Acep Sutisna mengatakan bahwa Tercatat dalam data kantor balai Desa Bagoang, bahwa Dusun 3 kp. Parungkembang, Jolpot dan Pasirkandang memiliki tempat yang sangat jauh dari puskesmas Jasinga, maupun Puskesmas Bagoang. ungkapanya Sementara itu Fandi ketua kelompok PKM Desa Bagoang dusun 3 dalam keterangannya menyampaikan bahwa Perlu adanya edukasi kesehatan kepada desa-desa yang sulit akses ke puskesmas, Selama kegiatan berlangsung para pasien yang notabenenya adalah Ibu-ibu, rela mengantri berjam-jam hanya untuk mengeluhkan sakit yang di deritanya selama ini. ungkapnya.

Dalam pemeriksaan kesehatan gratis, para pasien diminta untuk mendaftarkan nama, umur, alamat, dan mengembalikan kupon yang sudah dibagikan satu hari sebelumnya oleh beberapa Mahasiswa Uhamka. Kemudia para peserta dipanggil satu persatu untuk pemeriksaan kesehatan gratis oleh relawan BSMI, terhadap penyakit yang diderita mereka.lanjutnya Selama pemeriksaan berlangsung para pasien harus melewatkan 4 kali pemeriksaan untuk mengambil obat yang sudah disediakan. Sambil para relawan memberikan konsultasi dan memberikan solusi terhadap penyakit yang diderita oleh mereka sendiri. Sambung Fandi

Betapa bahagianya mereka setelah mengambil beberapa obat dari salah satu perempuan relawan BSMI. Senyum ramah tamah dari warga membuat mahasiswa Uhamka turut serta bahagia, karena sudah menjadi pelaku kesejahteraan untuk mereka, seakan harapan mereka untuk berobat ke dokter kini sudah terwujud.Pungkasnya

Leave a Comment