BSMI Jakarta, Pasar Rebo – Usai rentetan erupsi freatik berkali-kali Sabtu (25/11) dan Ahad (26/11) kemarin, aktivitas vulkanik dari dalam kawah Gunung Agung dilaporkan makin meningkat. Mengutip rilis yang diunggah oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Agung akhirnya ditingkatkan dari sebelumnya level III (siaga) menjadi level IV (awas), atau level tertinggi dari sistem peringatan yang menganalisa aktivitas gunung api.
Kenaikan status Gunung Agung ini pun diumumkan oleh Kabid Mitigasi PVMBG I Gede Suantika pada Senin pagi (27/11). “Terhitung sejak hari ini, Senin 27 November 2017 pukul 06.00 WITA, status Gunung Agung dinaikkan dari level II (siaga) menjadi level IV (awas),” ujar Suantika.
Peningkatan status Gunung Agung dilakukan setelah melalui berbagai pertimbangan aspek, utamanya karena terjadi peningkatan tingkat erupsi yang cukup signifikan dari dapur vulkanik Gunung Agung.
Suantika menjelaskan, sejak Sabtu malam (25/11) Gunung Agung mulai memunculkan gejala erupsi tipe magmatik, dari yang sebelumnya hanya berupa erupsi freatik. “Peningkatan erupsi magmatik ditandai dengan munculnya cahaya api lava di puncak Gunung Agung sejak Sabtu (25/11) malam sekitar pukul 21.00 WITA,” kata Suantika.
Dalam beberapa foto erupsi freatik (erupsi abu vulkanik) yang menyembul berturut-turut sejak Sabtu malam kemarin, memang nampak cahaya api yang membias dari lava di dalam kawah Gunung Agung.
Terkait cahaya berwarna merah yang nampak membayang dari mulut kawah Gunung Agung ini, Suantika menjelaskan bahwa, lava masih berada dalam gunung dan belum meluber keluar.
“Merah-merah itu sinar lava, masih ada dalam kawah belum meluber. Lava akan meluber jika tekanan dari bawah terus mendorong ke arah atas. Diameter kawah Gunung Agung 900 meter dengan kedalaman 200 meter,” papar Suantika.
Peningkatan status Gunung Agung menjadi level IV (awas) ini juga menandai babak baru rangkaian erupsi Gunung Agung. I Gede Suantika mengingatkan akan potensi letusan magmatik yang bakal terjadi dalam waktu dekat.
“Jika pengisian lava ke kantong permukaan gunung semakin membesar, tapi mengalami sumbatan. Bakal menyebabkan terjadinya ledakan besar,” tambah Suantika.
BSMI Provinsi DKI Jakarta Ajak Masyarakat untuk Ikut Serta Menjaga Kesehatan Warga Terdampak Erupsi Gunung Agung.
BSMI Provinsi DKI Jakarta akan membagikan masker jenis N95 untuk para pengungsi agar meminimalisir partikel abu vulkanik yang berbahaya jika dihirup dan masuk ke dalam paru-paru. Kebutuhan pengungsi dan terdampak erupsi lainnya adalah air mineral, makanan, air bersih, sanitasi, logistik, fasilitas pengungsian (selimut, alas tidur, asbes, tenda) dan obat-obatan.
“Penyaluran masker dan penggalangan dana di fase darurat akan dilakukan oleh BSMI Provinsi DKI Jakarta sambil terus berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD setempat melalui BSMI Provinsi Bali”, kata Rizki Andita Noviar, Humas BSMI Provinsi DKI Jakarta
Penggalangan dana ini dilakukan melalui Bank MANDIRI SYARIAH (kode Bank 451)
No. Rek. 72 0808 0808
a.n. Bulan Sabit Merah Indonesia dan bila berupa barang dapat dikirim ke alamat BSMI Bali
Jl. Letda Ngurah Putra no 2 Yangbatu, Denpasar Timur, Bali. Konfirmasi bantuan dan Donasi ke 085716148676.
#SolusiKemanusiaan