Blog Single

06 Jun

BSMI Berikan Bantuan Kemanusiaan ke Orang Tua Razan Najjar

Meluasnya keperihatinan atas tewasnya tenaga medis Palestina, Razan Ashraf Najjar (21 tahun) dan kecamanan kepada militer Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab juga datang dari dalam negeri. Salah satunya dari Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang menyerukan kepada PBB dan organisasi kesehatan dunia lainnya agar tidak mengabaikan tewasnya tenaga medis yang bertugas dekat pagar perbatasan, Khan Younis di Jalur Gaza selatan. Selain itu, BSMI menuntut mereka ke pengadilan internasional yang terlibat dalam penembakan kepada Razan serta memaksa Israel untuk menghormati perjanjian internasional terkait pertolongan oleh tenaga medis.

Selain mengecam tindakan Israel atas tewasnya Razan, sebagai bentuk solidaritas, BSMI memberikan bantuan materi dan uang tunai yang diterima langsung orang tua Razan di Gaza. Diharapkan bantuan tersebut dapat mengurangi kesedihan yang dialami orang tua Razan yang telah kehilangan sosok pemberani dan selalu gagah berjuang menolong korban Palestina. Meski bantuan tersebut tidak dapat mengembalikan Razan di tengah-tengah keluarganya, setidaknya bisa memberikan dorongan moril, bahwa seluruh dunia bersimpati dengan keluarga yang ditinggalkan oleh Razan.

Sebelumnya juru bicara Menkes Palestina menyatakan bahwa Razan dinyatakan gugur saat tiba di RS Khan Younis yang masih mengenakan pakaian medis serta peralatan kedokteran di tangannya. Sedangkan warga Gaza yang menderita luka-luka akibat ditembak pasukan Israel berjumah 100 orang. Dengan gugurnya Razan, jumlah korban yang gugur dalam gelombang demonstrasi atas peringatan Great March of Return (upaya mengembalikan pengungsi Palestina ke tanah air yang diusir Israel sejak 1948) meningkat menjadi 119 orang dari 30 Maret yang lalu.

Sementara itu, BSMI kembali menyalurkan paket Ramadhan untuk anak yatim, keluarga miskin dan dhuafa, Ahad (3/6) di Gaza. Paket bantuan berupa sembako dan keperluan Ramadhan diterima oleh warga Gaza di Deir Balah (Gaza Tengah) dan Qoryah Badui Zaitun (Gaza Timur). Sekitar 650 orang atau 65 kepala keluarga menikmati paket bantuan Ramadhan dari BSMI disaat mereka menjalani ibadah puasa yang sulit akibat blokade pasokan bantuan kemanusiaan dan obat-obatan oleh Israel.

Um Hamdan, salah satu penerima paket Ramadhan yang berasal dari keluarga miskin mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Indonesia yang terus memberikan kepedulian dan dorongan moril untuk Palestina. Bantuan tersebut sangat membantunya untuk bertahan hidup dalam kondisi Gaza yang sedang mengahdapi berbagai penderitaan dan kesulitan akibat blokade dan serangan militer Israel. Wilayah Qoryah Badui Zaitun ini adalah sebuah wilayah kecil di Gaza yang sebagian besar memiliki pemukiman kumuh dan sering menjadi sasaran empuk oleh militer Israel saat ada agresi militer.

Related Posts

Leave A Comment