BSMI Jakarta, Jagakarsa – Indonesia adalah negara rawan bencana. Salah satu wilayah dengan potensi bencana yang cukup besar di Indonesia adalah Provinsi DKI Jakarta. Kontur alam dan perkembangan pembangunan infrastruktur membuat DKI Jakarta berpotensi mengalami gempa bumi dan banjir. Ada lima komponen yang harus berperan dalam Budaya Ketahanan Bencana, biasa dikenal dengan Penta Helix. Kelima komponen tersebut adalah Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat, Media Massa dan Perguruan Tinggi.
Berdasarkan situasi tersebut, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi DKI Jakarta berinisiatif mengadakan pelatihan relawan siaga bencana untuk para anggotanya.
BSMI DKI Jakarta menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Ambulans Gawat Darurat (AGD) DKI Jakarta untuk memberikan materi seputar bantuan hidup dasar, mitigasi dan peran masyarakat kejadian bencana. Pelatihan diadakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Relawan BSMI, Jl. M. Kahfi 2, RT.4/RW.5, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari kamis tanggal 18 April 2019.
“Pendidikan maupun pelatihan soal persiapan penanganan bencana dinilai penting untuk dibekali kepada relawan BSMI. Selain untuk meningkatkan kapasitas relawan penanggulangan bencana dan tanggap darurat. Relawan tersebut diharapkan dapat menginisiasi dan menduplikasi ilmu dan keahliannya di lingkungan sekitarnya”, komentar Rizki Andita Noviar, humas BSMI DKI Jakarta
Pelatihan ini diikuti oleh empat puluh orang anggota BSMI DKI Jakarta. Materi pelatihan yang diberikan dalam 2 sesi. Sesi pertama relawan mendapatkan materi berupa peran masyarakat dalam penanggulangan bencana, bantuan hidup dasar (resusitasi jantung dan paru), balut dan bidai (fraktur dan perdarahan), Ekstrikasi (transportasi dan evakuasi korban, triage (pemilihan korban).
Setelah istirahat, dilanjutkan dengan sesi kedua. Materi yang diberikan antara lain tentang kesiapsiagaan dan teknik evakuasi gempa bumi dan simulasi gempa bumi serta pertolongan pada korban.
Rizka Febriyona, relawan BSMI DKI Jakarta, mengaku senang mendapat kesempatan pelatihan ini. Menurutnya kegiatan ini membangkitkan semangat dan spirit kepedulian kepada sesama. Peserta dapat menjadi pelopor dan menjadi relawan siaga bencana yang mempunyai kapasitas.
Pasca mendapat pelatihan ini BSMI DKI Jakarta berharap, relawan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya ketahanan menghadapi bencana.